Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Teater El Na'ma "Kapai-Kapai"

Hello sobat blogger.

Kali ini kami akan bercerita tentang Teater El Na’ma, teater ini membawakan lakon yang berjudul “Kapai-Kapai” Karya Arifin C. Noer, sutradara Echo Chotib. 
  

Sebelum kami bercerita pementasan Teater El Na’ma kami akan menceritakan perjuangan kita terlebih dahulu. Penasaran ? yuk liat 

Kami berangkat ber3 yang satu (Imam) dari pasar minggu sampai UIN jam 3 nah yang 2 lagi berangkat dari kalideres pukul 2 dan sampai di UIN jam 6 sore karena nunggu busway yang arah ke Lebak Bulus tak kunjung datang, udah gitu kejebak antrean yang panjaaaang banget. Setelah 2 jam nunggu busway akhirnya kita naik juga. Sampe di Lebak Bulus kita disambut oleh hujan yang deras, naik angkot gak tau jalan bilang sama sopir angkot minta di turunin di UIN, tapi ternyata sopir angkotnya kelupaan nurunin kita dsan lokasinya kelewatan. Jadi muter lagi deh ngabisin waktu banget. Sampe di UIN kita neduh di post satpam dengan baju yang basah kuyup. Saat hujan reda kita lari-larian menujun lokasi dan bertemu Imam yang ternyata basah kuyup juga. Sambil nunggu ujan berenti kita nunggu di sekretariat FTJ dan ngobrol bareng sama panitia yang lain.

Dingiiiiiiinnn banget...

Dan ternyata pertunjukkan kali ini lokasinya Outdoor di Hall Student Center di kampus UIN Syarif Hidayatullah dan kondisi pada saat itu hujan deras. Hingga pertunjukkan dimulai pukul 20.30 WIB. Saat hujan mereda pada pukul 20.00 WIB mulailah panitia membuat Set dan membersihkan tempat pertunjukkan yang di genangi air. Walau kondisi hujan gerimis tapi gak nyurutin antusias penonton loh, pemain juga semangat banget. Penonton tetap banyak walau nontonnya gerimis-gerimisan hingga memadati tempat. Pertunjukan sukses banget, tapi sobat blogger ada sayangnya nih.. lighting yang seharusnya berwarna warni jadi hanya polos berwarna putih tanpa warna kecuali kllampu dari sisi kanan dan kiri yang digunakan untuk wayang. Sayang banget yah sobat blogger, itu semua karena tidak sempatnya memasang plastik warna yang biasanya digunakan untuk lighting dikarenakan mepetnya waktu.
 Crew yang sedang sibuk memasang lighting karena habis diterjang hujan

Opening kali ini simpel banget yaitu hanya koor yang tidur diatas tas yang terbuat dari rotan dan tempat tidur Abu yang terbuat dari bambu  dan tikar.





Cerita dimulai Abu yang selalu bermimpi hidup bahagia berkat cermin tipu daya yang selalu disebut-sebut dalam dongeng emak. Babak selanjutnya keluarlah emak yang keluar dari belakang tirai hitam dengan kostum merah dan bunga yang terikat di rambutnya. Emak kembali melanjutkan ceritanya tentang seorang pangeran tampan dan putri cantik yang selalu hidup bahagia berkat bantuan cermin tipu daya. Hingga membuat Abu tergerak ingin memiliki cermin tipu daya yang menurut cerita emak di jual di toko nabi Sulaeman yang berada di ujung dunia. Abu memiliki seorang istri bernama Iyem yang pada waktu itu tengah hamil. Abu pun merasa senang. Tiba saat Iyem melahirkan dan melahirkan anak yang bernama Mamat.

Babak baru saat Sang gelap muncul dan Bulan yang diutus emak untuk menjadi penjaga Abu agar tetap berada dalam angan-angannya. Muncul seorang kakek tua yang ditanya oleh Abu “dimanakah ujung dunia berada”, kakek hanya menjawab “di sini”. Kakek menjelaskan kepada abu bahwa ujung dunia itu adalah akherat dan jalan menuju akherat hanyalah berbuat baik, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dan di surga nanti akan ada Nabi Sulaeman yang selama ini dicari oleh Abu untuk membeli cermin Tipu daya.

Abu mengalami kesulitan dimana rumahnya terendam banjir dan kelaparan akibat tidak punya uang untuk membeli beras, akhirnya Iyem dan Abu membunuh anaknya dengan merampok nafas anaknya. Abu pun mengajak Iyem ke ujung dunia mencari toko Nabi Sulaeman. Namun iyem menolak karena ia lelah tapi akhirnya Iyem ikut juga. Selama di perjalanan mereka lontang lantung di jalan dan makan sisa-sisa makanan di pinggir restoran cina. Tak terasa mereka telah tua dan Iyem meninggal kerena kedinginan dan kelaparan. Dan Abu sampai di ujung dunia tanpa Iyem isterinya. Keluarlah tokoh emak, bulan dan sang Gelap. Abu diperlakukan seperti raja dengan mahkota di kepalanya. Lalu Abu di tembak oleh Emak di atas singgahsananya. Suara letusan tembakan yang menembak kepalanya, suara tembakan itu di wakili dengan kembang api yang sekaligus menjadi penutup pertunjukkan ini.
#NB : Galery Foto dari Teater El Na'Ma
Abu : PatoSaiful B

Emak : Laila

 Iyem : Liga Duile

Bulan : Siti Rukoyah

 Yang Kelam : Ipunk Purwosasmito
 Kakek : Hendri Yetus Siswono



 














Oke gimana nih ceritanya bagus apa gimana ???
pantengin terus yuk hehe
GBye sobat blogger :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar