Sobat blogger, waktu pertama kali kita liat pertunjukkan
dari teater Popcorn kita dibuat kaget banget plus terpesona sama setting
panggungnya . ituh tuh ya keren bangettt. Setting panggungnya itu bener-bener
kaya pemukiman di daerah pinggiran kota yang sungguhan. Rumah yang dibuat dari
triplek dan asbes itu sebagai hunian para pelacur, tapi yang tinggal disana gak
Cuma pelacur loh disana juga tinggal sebuah keluarga yang istrinya bernama inah
dan pemulung kecil yang kakinya cacat, si tua yang pekerjaan sehari harinya
sebagai pemukul lonceng, juga ada si borok pengemis yang kakinya itu pincang
karena borok di kakinya itu, ada juga mbok . Keren banget kan sobat blogger?
Iya dong pasti.
Setting panggung yang begitu memukau :D
Openingnya ada seorang kakek tua yang memukul lonceng di
pagi hari saat adzan subuh. Lalu terdengar suara orang ribut dari dalam rumah
yang ternyata suara itu adalah suara Ratini yang tiba-tiba bertengkar dengan
pelanggannya yang juga sebagai kekasihnya karena kekasihnya itu cemburu dan
mengajak ratini menikah. Ratini menolaknya, karena ratini tidak mencintainya. Lagi
pula Ratini ingin hidup bebas, Ratini berfikir jika ia menikah hidupnya gak
akan bebas dan pasti banyak yang mengatur hidupnya. Selain itu dia pernah empat
kali gagal dalam berumah tangga maka dari itu Ratini gak mau menikah oleh Boim
kekasihnya itu dan memutuskan untuk putus hubungan dengan Bimo.
Kakek tua yang sedang memukul lonceng karena waktu subuh telah datang
Ratinih dan Boim yang sedang bertengkar
Selain pelacur ada juga sebuah keluarga yang miskin, Inah
adalah seorang istri yang mempunyai suami pengangguran. Inah sering banget
ribut sama suaminya itu karena masalah ekonomi. Inah juga mempunyai seorang
bayi yang membutuhkan susu, namun ia tidak mampu membelinya lantaran gak punya
uang, air ASI-nya juga kering. Inah tidak dapat menyusui karena gak ada asupan
gizi untuk dirinya sendiri selama suaminya menganggur. Hingga akhirnya ia berfikir
untuk menjadi pelacur sama seperti teman temannya. Suaminya pun jadi gila dan
kerjaannya Cuma meludahi TV pada saat acara di TV menayangkan para pejabat yang
korup. Cerita ini benar-benar cerita real yang sering terjadi di kalangan masyarakat
menengah ke bawah.
Inah dan suaminya yang sedang bertengkar juga, hingga akhirnya suaminya frustasi dan menjadi gila
Di sana juga ada loh mbok. Si mbok berperan sebagai orang yang memiliki rumah
hunian dan juga germonya para pelacur di sana. Dia juga sudah di anggap sebagai
ibu sendiri oleh para pelacur yang menetap di rumah itu. Titin adalah seorang
pelacur yang terjerumus karena diperkosa oleh para 3 pria yang mabuk, kemudian
ia memilih untuk menjadi pelacur. Padahal Titin adalah mantan mahasiswa, hanya
saja Titin di DO. Latar belakang para tokoh disini beraneka ragam. Ada juga
yang sengaja datang untuk bekerja menjadi pelacur karena di tinggal suaminya
pergi entah kemana, ada yang karena di bohongi akan dipekerjakan sebagai
pelayan restoran namun ternyata malah menjadi pelacur. Tapi mereka menikmati
pekerjaan mereka tersebut.
Si mbok yang sedang merayu 2 orang perempuan agar menjadi pelacur
Pada malam hari saat para pelacur berdangdut ria bersama banci,
Inah, Mensuko (nama dari pedagang permen, tisu dan roko), dan tamu tiba-tiba
terdengar suara tembakan dari polisi dan membuat semua orang yang ada di tempat
itu kaget dan lari berhamburan. Ternyata polisi itu mencari Joni yang sedang
jadi incaran polisi saat itu. Joni adalah seorang perampok yang sering
bersembunyi di tempat itu. Tapi, polisi malah memanfaatkan kondisi tersebut
untuk mendapatkan keuntungan yaitu dengan mengancam bahwa hunian di daerah itu
dalam waktu dekat akan di bongkar. Tapi setelah disogok uang oleh si mbok,
polisipun diam dan seolah-olah masalah selesai. Inilah potret hukum jaman
sekarang, yang menggunakan sistem KUHP (Kasih Uang Habis Perkara) atau UUD
(Ujung-ujungnya Duit).
Titin dan temanya (bencong)
Suasana pada saat para pelacur dan warga sedang dangdutan
Joni itu adalah seorang perampok yang diburu oleh polisi,
tapi Joni adalah pahlawan bagi teman-teman di sekitarnya. Hasil dari
rampokannya justru ia gunakkan untuk dibagikan kepada teman-teman yang
membutuhkan. Pada saat Joni sedang membagi-bagikan uang kepada pelacur, si
Mbok, Inah, Mensuko dan teman-teman lainnya tiba-tiba terdengar bunyi tembakan
dan Joni jatuh terkulai karena tembakan tersebut menuju ke tubuh Joni. Joni
meninggal, dan meninggalkan banyak duka serta kenangan bagi teman-temannya.
Ratini pun sangat sedih karena dia sangat mencintai Joni, hanya Joni yang dapat
memperlakukan hartini dengan sopan, dan hanya ialah yang lembut kepada Ratini.
Gak ada orang sebaik Joni, Ratini gak peduli apakah Joni orang Suci atau tidak.
Ratini begitu mencintainya.
Suasana pada saat kematian Joni
Hingga endingnya pembongkaran itu justru malah berakhir
dengan kebakaran pada saat mereka terlena dengan hiburan dangdut. Habis harta
benda mereka, bahkan anak dari Inah meninggal karena terjebak di dalam rumah.
Ending dari cerita ini rumah mereka kebakaran dan semua termenung
Uniknya dalam pementasan ini setiap babak selalu diselingi
oleh munculnya orang gila yang juga kemunculannya sebagai pembawa amanat yang
terkandung dalam cerita.
Gak heran kalo penonton dari teater Popcorn itu banyak
bangettt dan mendapat antusias yang baik dari penonton. Bahkan saking penuhnya
penonton, penonton sampai menempati balkon atas. Wooooowww hebat banget kan.
Penonton dari teater popcorn
Nahhh masih banyak lohh pertunjukan-pertunjukkan yang gak
kalah bagusnya dan keren dari teater Popcorn. Makanya jangan sampe ketinggalan
pertunjukan yang akan datang. Dan terus baca postingan postingan kita
selanjutnya oke.. :D
Byeee sobat blogger :D
















0 komentar:
Posting Komentar